TVRINews, Balikpapan
Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan pengibaran bendera Borneo Merdeka di Kota Samarinda bukan gerakan separatisme atau upaya memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Krido, pengibaran bendera tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait pemerataan pembangunan di daerah. Ia juga memastikan tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada upaya melepaskan diri dari NKRI.
“Sebetulnya pembentangan bendera itu bendera identitas. Contoh mereka menyebutkan bendera Dayak, Borneo. Tapi mereka sebetulnya tetap NKRI, mereka tetap Merah Putih,” Kata Krido Pada Selasa, 18 Agustus 2026.
“Bukan karena mereka mengibarkan (bendera) terus mereka tidak NKRI. Tidak. Mereka tetap Merah Putih. Cuma identitas mereka, mereka menginginkan untuk mendapatkan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.
Krido mengatakan pemerintah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan masyarakat. Dialog dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan aspirasi yang disampaikan.
Menurut Krido, dialog menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Masyarakat juga diminta bersabar karena proses pembangunan membutuhkan waktu dan dilaksanakan secara bertahap serta berkelanjutan.
Krido menegaskan penyampaian aspirasi tetap perlu dilakukan dengan menjaga kondusivitas, persatuan, dan keutuhan NKRI.










