TVRINews, Samarinda
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur bersama Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur memperkuat sinergi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian melalui penerapan Modern Advance Agricultural System (PM-AAS).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional melalui transformasi sektor pertanian berbasis teknologi, mekanisasi, dan peningkatan kapasitas petani.
Kerja sama difokuskan pada pendampingan di lapangan agar implementasi PM-AAS berjalan optimal. Pendampingan mencakup penerapan teknologi budidaya modern, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola usaha tani.
Kepala DPTPH Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengatakan program tersebut menargetkan peningkatan produktivitas padi di Kalimantan Timur sebagai langkah mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah.

“Kaltim menargetkan produktivitas padi mencapai 10 ton per hektare, dengan total produksi sekitar 70 ribu ton beras sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Saat ini,” kata Fahmi Himawan, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menambahkan, kebutuhan beras Kalimantan Timur saat ini masih mencapai sekitar 188 ribu ton per tahun sehingga peningkatan produksi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Kebutuhan beras Kalimantan Timur diperkirakan mencapai 188 ribu ton per tahun,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, BRMP Kalimantan Timur berperan menyediakan inovasi dan pendampingan teknologi kepada petani. Sementara itu, DPTPH Kalimantan Timur mengoordinasikan pelaksanaan program di daerah agar sesuai dengan kebutuhan petani dan potensi wilayah.
Melalui implementasi PM-AAS, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
Upaya tersebut juga diperkuat dengan pembentukan 70 Brigade Pangan yang akan mendukung percepatan implementasi program di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Pendampingan dan evaluasi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai target. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani diharapkan mampu mewujudkan sistem pertanian yang lebih modern, produktif, efisien, dan berdaya saing.










