TVRINews, Nusantara
Sebanyak 550 orang mengikuti aksi bersih lingkungan atau korve di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sabtu (8/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.711,81 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan diangkut.
Dari total sampah yang terkumpul, sebanyak 432,96 kilogram merupakan sampah organik, 348,01 kilogram sampah anorganik, dan 930,85 kilogram berupa residu.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengatakan kegiatan korve menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, upaya menciptakan kawasan yang bersih dan tertata harus dimulai dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

(Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono (kanan). [Foto: TVRI IKN/Octavian Dwi])
“Jadi ini supaya masyarakat juga selalu menjaga lingkungannya, kebersihan. Semua harus dari bersih, kalau program nasionalnya kan ASRI,” ujar Basuki dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 8 November 2026.
Selain menjaga kebersihan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara OIKN, kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. Basuki menilai penanganan persoalan lingkungan tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan satu pihak.
“Nah ini Pak Kepala Desa yang punya wilayah, kami yang membantu beliau. Karena masyarakat kan harus, kalau dari otoritas sendiri, polisi sendiri, desa sendiri, pasti enggak akan efektif,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Basuki juga memasang papan larangan membuang sampah sembarangan. Pemasangan plang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat sekaligus menjadi pengingat agar sampah dikelola dan dibuang pada tempat yang telah disediakan.
Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol. Supriyanto, turut menegaskan dukungan kepolisian terhadap upaya penertiban lingkungan. Ia menyebut teguran akan diberikan kepada warga yang kedapatan membuang sampah tidak pada tempatnya. Apabila pelanggaran terus berulang, pemerintah desa didorong menyusun aturan untuk mendukung penegakan ketertiban.
“Dan jelas kita mendukung Kepala Otorita dan Kepala Desa. Ketertiban harus dilakukan, apabila ada masyarakat yang tidak tertib membuang sampah nanti akan kita tegur. Jika masih melanggar, nantinya akan dibuat aturan tingkat desa, dan dilakukan penindakan,” tegas Supriyanto.
Sementara itu, Kepala Desa Bumi Harapan, Sunariyo, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan pemerintah desa sebelumnya telah menjalankan program Jumat Bersih. Namun, melalui kegiatan korve kali ini, upaya menjaga kebersihan lingkungan mendapat dukungan lebih luas dari berbagai instansi dan masyarakat.
Menurut Sunariyo, keterlibatan berbagai pihak juga memperkuat hubungan kerja sama antara pemerintah desa, OIKN, dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
“Menyambung tali silaturahmi antara pemerintah desa dengan otorita, dengan Kapolres yang ada di IKN. Nah ini saling bahu-membahu untuk menciptakan suasana yang bersih dan asri,” kata Sunariyo.
Aksi korve tersebut melibatkan 550 peserta yang terdiri atas 50 personel Polresta Kawasan IKN, pegawai OIKN, siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, serta masyarakat di kawasan delineasi IKN.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat untuk membangun budaya hidup bersih serta menjaga lingkungan di kawasan Ibu Kota Nusantara.










