TVRINews, Samarinda – Kaltim
Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah terus memastikan kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia tetap terjaga. Upaya ini diwujudkan melalui penyediaan posko satelit kesehatan di setiap hotel dan pemondokan jemaah di Kota Mekah.
Petugas kesehatan disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pertolongan pertama sekaligus memantau kondisi kesehatan jemaah setiap hari, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kategori risiko tinggi (risti). Langkah ini diambil sebagai antisipasi menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 47 derajat Celsius saat puncak ibadah haji berlangsung.
Perawat Kloter 2 Embarkasi Balikpapan, Nurrahimah, mengungkapkan bahwa keluhan kesehatan yang paling banyak dialami jemaah adalah batuk dan pilek.
"Kondisi cuaca di Arab Saudi yang cenderung panas, kering, dan berdebu membuat banyak jemaah mengalami batuk dan pilek," kata Nurrahimah, Rabu (20/05/2026).
Ia juga mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunah secara berlebihan. Jemaah diminta memprioritaskan ibadah wajib serta menjaga asupan cairan dan waktu istirahat agar kondisi tubuh tetap prima.
Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan dengan menempatkan tenaga medis di berbagai titik pemondokan jemaah. Selain memberikan layanan pemeriksaan, petugas juga rutin mengedukasi jemaah mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah.
Menjelang puncak pelaksanaan haji di Armuzna pada pekan depan, suhu ekstrem menjadi perhatian serius petugas kesehatan. Risiko dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan pernapasan dinilai akan meningkat apabila jemaah tidak menjaga kondisi fisik dengan baik.










