TVRINews, Nusantara
Pemantauan kualitas udara di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini dilakukan melalui jaringan sensor cerdas dan pemantauan satelit yang terhubung langsung ke dashboard Command Center.
Sistem ini memungkinkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memantau Indeks Kualtas Udara (IKU) serta mendeteksi titik api secara akurat di seluruh wilayah delineasi IKN.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, mengingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal tahun 2027.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena OIKN terus berkoordinasi dengan berbagai instansi guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memastikan kualitas udara tetap aman.
"Salah satu langkah yang sudah kami lakukan adalah menyebar sensor kebakaran dan kualitas udara, memantaunya secara berkelanjutan, menganalisis data, hingga melakukan tindakan penanganan langsung di lapangan. Minggu lalu, OIKN telah melaksanakan operasi hujan buatan yang berhasil menurunkan hujan di beberapa daerah aliran sungai," ujar Agung Indrajit, Rabu, 2 September 2026.
Ia menambahkan, operasi teknologi modifikasi cuaca tersebut akan terus dilanjutkan berdasarkan analisis ilmiah dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pakar lingkungan.
Sementara itu, OIKN terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan, baik untuk keperluan rumah tangga maupun usaha, mengingat kondisi cuaca kering dan angin kencang berpotensi memicu kebakaran yang tidak terkendali.
Sebagai langkah antisipasi cepat, Otorita juga telah mengoptimalkan teknologi pemantauan dan fitur kedaruratan pada aplikasi iKnow.
Melalui aplikasi tersebut, warga dapat memanfaatkan fitur panic button untuk melaporkan potensi kebakaran atau gangguan kedaruratan lainnya secara langsung kepada petugas pemadam kebakaran dan BPBD setempat.
Selain pencegahan kebakaran, Agung menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik di tengah kondisi perubahan iklim. Ia mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi penyakit saluran pernapasan seperti ISPA maupun gangguan kesehatan lain yang diakibatkan oleh debu pembangunan dan musim kemarau.
Melalui integrasi teknologi pemantauan dan penguatan sinergi gotong royong antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, serta masyarakat, OIKN optimistis kualitas udara dan lingkungan di IKN tetap terjaga demi kenyamanan seluruh warga.










