TVRINews, Samarinda
Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius pengelola Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur. Sejumlah langkah mitigasi diperkuat untuk mengantisipasi munculnya titik api maupun dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran penerbangan.
Pengelola Bandara APT Pranoto terus meningkatkan pemantauan kondisi di sekitar kawasan bandara dengan memanfaatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan mencakup prakiraan cuaca, arah pergerakan angin, sebaran kabut asap, hingga titik panas (hotspot).
Sebagai langkah mitigasi aktif, unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) juga rutin melakukan penyiraman pada area rumput dan lahan kering, baik di dalam maupun sekitar perimeter bandara. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi potensi munculnya titik api baru.
Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan apabila ditemukan titik api di sekitar pagar bandara dan masih dapat dijangkau, personel PKP-PK siap diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.
“Kendaraan tangki air beserta personel juga telah disiapkanuntuk mendukung penanganan di lapangan,” kata Kadek, Rabu, 2 September 2026.
Selain mengantisipasi kebakaran, pihak bandara juga menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan memburuknya jarak pandang akibat kabut asap. Batas jarak pandang minimum untuk operasional penerbangan di Bandara APT Pranoto ditetapkan sebesar 1.800 meter.
Apabila kondisi kabut asap menyebabkan jarak pandangberada di bawah ambang tersebut, pihak bandara menyiapkan langkah antisipasi berupa penundaan penerbangan atau delay, hingga pengalihan penerbangan atau divert, demi memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas.
Pihak bandara juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa posko pengecekan kesehatan bagi penumpang sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan akibat paparan asap. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi karhutla di kawasan Bandara APT Pranoto Samarinda.
Selain mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api, langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan bandara tetap aman serta operasional penerbangan dapat berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan.









