TVRINews, Sangatta
Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan euforia bagi para pecinta sepak bola, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Salah satu angkringan di Jalan Yos Sudarso 4, Kecamatan Sangatta Utara, mencatat kenaikan omzet hingga 70 persen berkat penyelenggaraan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia.
Suasana yang biasanya relatif sepi pada dini hari kini berubah ramai. Puluhan pengunjung memadati angkringan sejak malam hingga menjelang subuh untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 yang disiarkan melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Momentum pesta sepak bola terbesar di dunia itu dimanfaatkan pemilik usaha dengan menyediakan layar televisi dan area nobar bagi pelanggan. Dampaknya, jumlah pengunjung meningkat signifikan sehingga turut mendongkrak penjualan makanan dan minuman.
Pemilik angkringan, Fadli, mengatakan pendapatan usahanya naik sekitar 70 persen dibandingkan hari biasa. Bahkan, jam operasional yang sebelumnya berakhir sekitar pukul 02.00 Wita kini diperpanjang hingga pertandingan selesai.
"Biasanya kami tutup sekitar pukul 02.00 Wita. Dengan adanya Piala Dunia ini, kami baru tutup setelah pertandingan berakhir. Alhamdulillah, omzet juga meningkat sekitar 70 persen karena pengunjung jauh lebih ramai," kata Fadli, Jumat (10/7/2026).
Selain menikmati pertandingan, pengunjung dapat memilih beragam menu, mulai dari aneka sate, makanan ringan, hingga berbagai minuman dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp15.000 per porsi.
Salah seorang pengunjung mengaku sengaja memilih menonton bersama di angkringan karena suasananya lebih meriah dibandingkan menyaksikan pertandingan sendirian di rumah.
"Nonton bareng seperti ini lebih seru karena bisa mendukung tim favorit bersama teman-teman. Sekalian juga bisa menikmati makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau," ujar salah seorang pengunjung.
Penyelenggaraan nobar tersebut juga dilakukan secara resmi. Pelaku usaha telah mendaftarkan kegiatan melalui mekanisme yang telah ditetapkan sehingga dapat menggelar siaran pertandingan tanpa dikenakan biaya lisensi tambahan.
Perhelatan Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi pelaku UMKM. Meningkatnya aktivitas usaha selama turnamen berlangsung menunjukkan bahwa ajang olahraga berskala internasional mampu menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi usaha kecil di daerah.










