TVRINews, Samarinda
Pemerintah Kota Samarinda bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Jalan Stadion Utama, Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
Sekolah berbasis asrama tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 dan siap digunakan saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung mulai 14 Juli 2026.
Untuk memastikan kesiapan fasilitas, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama perwakilan Kementerian Sosial melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, asrama siswa, hingga sarana pendukung lainnya.
Saefuddin mengatakan percepatan penyelesaian pembangunan menjadi prioritas agar seluruh fasilitas dapat digunakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

(Foto: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri)
“Percepatan pekerjaan menjadi perhatian utama agar seluruh sarana dan prasarana sekolah dapat berfungsi dengan baik ketika mulai digunakan,” ujar Saefuddin, dikutip Jumat, 10 Juli 2026.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan meningkatkan kualitas generasi muda di Kota Samarinda,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kementerian Sosial, Jaswadi, menyampaikan Sekolah Rakyat Permanen Palaran pada tahap awal akan menampung 270 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Para siswa yang sebelumnya mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan akan mulai menempati gedung permanen pada 30 Juli 2026.
“Untuk tahap awal, jumlah siswa yang akan menempati Sekolah Rakyat ini sebanyak 270 orang dari tingkat SD, SMP, dan SMA,” ujar Jaswadi.
Meski sebagian besar pembangunan telah rampung, sejumlah pekerjaan penyempurnaan masih dilakukan, terutama penataan ruang kelas, kelengkapan asrama, serta penyelesaian fasilitas dapur.
Apabila dapur sekolah belum dapat digunakan saat masa awal kegiatan, kebutuhan makan para siswa akan dipenuhi melalui layanan katering. Pemerintah memastikan kebutuhan konsumsi siswa tetap terpenuhi selama mengikuti pendidikan berbasis asrama.
Setiap siswa nantinya mendapatkan layanan makan tiga kali sehari serta dua kali makanan ringan. Fasilitas tersebut disiapkan agar proses belajar mengajar dan kehidupan siswa selama berada di lingkungan sekolah dapat berjalan optimal.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Permanen Palaran, Pemerintah berharap akses pendidikan berkualitas semakin terbuka bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia unggul di Kota Samarinda.










