TVRINews, Kutai Barat
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menetapkan status siaga bencana menyusul meningkatnya debit air di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Tering dan sekitarnya.
Banjir terus meluas akibat luapan Sungai Mahakam. Sedikitnya enam kampung di Kecamatan Tering terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir serta banjir kiriman dari wilayah Mahakam Ulu.

"Pemerintah daerah akan menetapkan keadaan banjir yang terjadi di daerah ini, khususnya di Kecamatan Tering dan sekitarnya, dan akan menaikkan statusnya menjadi siaga bencana hidrometeorologi," ujarnya, Rabu (20/05/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mulai meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai upaya mitigasi jangka panjang.
Banjir yang melanda selama tiga hari terakhir dilaporkan terus meningkat. Pemkab Kutai Barat saat ini terus memantau perkembangan situasi di sejumlah wilayah terdampak, terutama kawasan permukiman di bantaran Sungai Mahakam.
Saat meninjau warga terdampak di Kecamatan Tering, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan logistik serta tim evakuasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya evaluasi kondisi lingkungan. Warga diimbau tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga vegetasi di sepanjang daerah aliran Sungai Mahakam demi menjaga keseimbangan ekosistem. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana dan mencegah terulangnya banjir serupa di masa mendatang.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (20/05/2026), ketinggian air di sejumlah kampung di Kecamatan Tering — antara lain Tering Puan, Tering Lama, Tering Lama Ulu, dan Tering Baru — dilaporkan mencapai setinggi dada orang dewasa. Di sejumlah titik, banjir bahkan telah merendam rumah warga.










