TVRINews, Samarinda
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat pemasangan jaringan internet desa guna memperluas akses informasi dan mengurangi kesenjangan digital di wilayah pedesaan.
Dari total target 841 titik pemasangan, saat ini tersisa 38 titik yang ditargetkan rampung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Program internet desa ini difokuskan pada tujuh kabupaten di Kalimantan Timur, terutama wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses jaringan telekomunikasi atau blank spot.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Diskominfo Kaltim terus mendorong pemerataan konektivitas agar masyarakat di wilayah pedesaan dapat memperoleh akses informasi dan layanan digital secara lebih optimal.
Dalam pelaksanaannya, Diskominfo Kaltim juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung perluasan akses internet melalui
program internet gratis yang menjangkau sepuluh kabupaten dan kota.
Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan bahwa penanganan wilayah blank spot membutuhkan pendekatan khusus, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.
“Total target pemasangan internet desa sebanyak 841 titik di Kalimantan Timur, saat ini hanya tersisa 38 titik yang ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini,” Kata Ririn saat dikonfirmaasi pada Rabu, 21 Oktober 2026.
“Khusus di Kabupaten Mahakam Ulu, kami memprioritaskan pemanfaatan jaringan satelit untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses dan belum terlayani jaringan internet secara memadai,” ujarnya.
Untuk memastikan jaringan berfungsi dengan baik, Diskominfo Kaltim juga melakukan pemantauan secara berkala serta berkoordinasi dengan penyedia jasa internet dan pemerintah kabupaten.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan program internet desa dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui percepatan program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap akses internet semakin merata hingga ke wilayah pedesaan, sehingga dapat mendukung kebutuhan komunikasi, pendidikan, pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi masyarakat.










