TVRINews, Samarinda
Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan. Di Kalimantan Timur, penguatan ketahanan pangan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan hingga ke wilayah dengan karakteristik geografis serta akses transportasi yang terbatas.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur Fahmi Himawan terus mendorong penguatan produksi pangan lokal, pengembangan kawasan pertanian, serta peningkatan akses dan distribusi pangan.
“Langkah tersebut dinilai penting mengingat luas wilayah Kaltim dan kondisi geografisnya membuat distribusi pangan ke sejumlah daerah menjadi tantangan tersendiri,” Kata Fahmi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain memperkuat produksi dan distribusi, DPTPH Kaltim juga meningkatkan sistem pemantauan ketahanan dan kerentanan pangan berbasis data. Pemetaan ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan intervensi yang lebih tepat sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Dari sisi produksi, Pemerintah Provinsi Kaltim terus mendorong perluasan dan perlindungan lahan pertanian, termasuk pengembangan sawah baru di sejumlah kabupaten dan kota.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Penguatan ketahanan pangan juga membutuhkan sinergi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat, ketersediaan pangan diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Kaltim, termasuk daerah yang menghadapi tantangan geografis dan aksesibilitas.
DPTPH Kaltim menargetkan penguatan sektor pertanian dan pangan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu membangun sistem pangan daerah.










