TVRINews, Kutai Kartanegara
Semangat belajar puluhan siswa di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tidak surut meski harus menghadapi medan yang berbahaya. Setiap hari mereka menyeberangi sungai berarus deras menggunakan kereta gantung sederhana hasil swadaya masyarakat untuk menuju sekolah.
Kereta gantung tersebut menjadi akses tercepat bagi para siswa menuju sekolah. Dengan menarik tali secara manual, mereka menggerakkan kereta melintasi sungai selebar sekitar 45 meter, sementara arus deras mengalir di bawahnya.
Bagi para siswa, perjalanan ke sekolah bukan sekadar rutinitas, tetapi juga perjuangan yang penuh risiko. Meski hanya dibangun secara sederhana, fasilitas tersebut telah menjadi sarana penyeberangan utama bagi warga selama sekitar enam tahun terakhir.
Apabila menggunakan jalur darat, warga harus menempuh perjalanan memutar sejauh kurang lebih sembilan kilometer. Dengan kereta gantung, jarak tempuh dapat dipersingkat menjadi sekitar dua kilometer sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga.
Kereta gantung itu dibangun secara swadaya karena hingga kini jembatan yang diharapkan masyarakat belum juga terealisasi. Selain dimanfaatkan anak-anak untuk berangkat ke sekolah, fasilitas tersebut juga menjadi akses penting bagi warga menuju kebun dan ladang.
Namun, kondisi tersebut tetap menyimpan risiko, terutama saat musim hujan. Arus sungai yang semakin deras dan tali penarik yang licin membuat orang tua khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka saat menyeberang.
Kepala SDN 021 Marang Kayu, Badil, mengatakan pihak sekolah memberikan kebijakan khusus ketika cuaca tidak memungkinkan siswa menyeberang dengan aman.
Menurutnya, siswa diperbolehkan belajar dari rumah atau tidak dikenai sanksi apabila datang terlambat karena mempertimbangkan kondisi penyeberangan yang berbahaya.
Di tengah keterbatasan akses, para siswa Desa Santan Ulu tetap menunjukkan semangat untuk menuntut ilmu. Masyarakat berharap pemerintah segera membangun jembatan yang layak agar anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari.










