TVRINews, Samarinda
Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 pada Juli mendatang, Sekolah Rakyat di Samarinda terus mematangkan berbagai persiapan operasional untuk menyambut peserta didik baru. Persiapan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan pembelajaran, penataan lokasi sekolah, hingga pendataan calon siswa sesuai ketentuan program Sekolah Rakyat.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, mengatakan proses penerimaan peserta didik baru dilakukan melalui sistem penjangkauan berbasis data nasional. Melalui data tersebut, anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 menjadi sasaran utama program untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
“Dalam penjaringan siswa baru tahun ajaran mendatang, Sekolah Rakyat di Samarinda telah menyiapkan sebanyak tujuh rombongan belajar (rombel) yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),”ujar Rabiatul dalam keterangan yang diterima tvrinews di Kalimantan Timur, Senin, 22 Juni 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong anak-anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Di Kota Samarinda saat ini terdapat tiga Sekolah Rakyat yang ke depan akan menempati gedung permanen. Sekolah Rakyat 24 dan Sekolah Rakyat 57 direncanakan bergabung dalam satu lokasi terpadu di kawasan Palaran. Sementara itu, Sekolah Rakyat 58 akan dipindahkan ke lokasi baru di Kelurahan Timbau, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menekan angka anak putus sekolah di Kalimantan Timur.










