TVRINews, Samarinda
Kabut asap mulai dirasakan warga Kota Samarinda seiring meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut sempat menyebabkan kualitas udara berada pada kategori buruk di beberapa kawasan.
Dampak karhutla mulai terlihat dari munculnya kabut serta aroma asap yang tercium di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan berdasarkan pemantauan BMKG, kualitas udara di Samarinda saat ini berada pada kategori sedang. Meski demikian, perubahan kondisi udara mulai dirasakan masyarakat, terutama dengan munculnya kabut dan aroma asap.
“Kalau tidak ada keperluan yang mendesak, sebaiknya lebih banyak beraktivitas di dalam rumah sampai kondisi udara benar-benar membaik,” kata Suwarso, Rabu, 2 September 2026.
“Khusus untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk,” lanjutnya.
Sebelumnya, kualitas udara sempat berada pada kategori buruk di wilayah Samarinda Utara dan Palaran. Namun, berdasarkan perkembangan terbaru, kondisi udara di kedua wilayah tersebut mulai membaik dan kini berada pada kategori sedang.
"Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan sebaiknya mengunakan masker,” ujar Suwarso.
Meski kualitas udara berangsur membaik, masyarakat tetap diimbau untuk memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap kembali meningkat.









